Contact Us

Name

Email *

Message *

Ganja Dari Aceh Diselundupkan Dalam Kemasan Dodol

Ganja Dari Aceh Diselundupkan Dalam Kemasan Dodol



Modus penyelundupan narkotika dari Aceh semakin beragam. Setelah sabu-sabu disembunyikan di dalam kue bika ambon, kini pelaku menyelipkan ganja di dalam dodol.

Dodol ganja ini disita polisi dari M Suef (43) warga Palembang, Sumatera Selatan, Senin (1/6) dini hari. Diketahui tersangka baru saja tiba dari Aceh dan langsung disergap di Jalan Gatot Subroto, Lalang, Medan Sunggal.

Dalam penggeledahan itu disita dua kotak berisi 20 kilogram ganja dan 10 kilogram ganja beserta dua bungkus dodol seberat satu kilogram. Tersangka mengaku seluruh ganja itu dibawanya dari Desa Krueng Maenueh, Bireuan atas suruhan K.

"Dia mengaku cuma kurir. Dia diperintahkan oleh K yang merupakan warga Aceh," kata Wakapolsek Medan Sunggal AKP Gunawan, Senin (1/6/2015) sore kemarin.
Rencananya seluruh ganja bercampur dodol itu akan dibawa tersangka kepada A yang berada di Palembang. Diyakini aksi ini sudah pernah dilakukan tersangka, salah satunya dipasarkan di Pekanbaru, Riau.
"Sebelumnya ke Pekanbaru. Kalau Medan belum ada. Medan hanya dijadikan transit," papar Gunawan.

Daun Ganja yg masih segar

Diakui Gunawan penyelundupan ganja dicampur dodol ini modus baru. Aksi ini terungkap setelah pihaknya menerima laporan mengenai kotak mencurigakan di pool sebuah bus rute Aceh - Medan. Petugas pun mengintai hingga akhirnya meringkus tersangka.

Sebelumnya BNN Sumut meringkus Jhoni Agani (34) asal Desa Cot Lheuerheng, Trienggadeng, Pidie Jaya yang berupaya menyelundupkan 32 ribu butir pil ekstasi dan satu kilogram ganja ke Palembang, Sumsel pada Kamis (21/5/2015). Tersangka menggunakan modus menyembunyikan seluruh narkotika itu dalam kue bika ambon.
Melihat modus yang digunakan sedikit menyerupai dan daerah tujuan yang sama, muncul dugaan kedua tersangka tergabung dalam sindikat yang sama. Gunawan pun menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan BNN Sumut untuk menelusuri sindikat ini. (mad)

Di simpan di dalam dodol agar tidak terlacak.


Editor: ariframdan
Sumber: Serambi Indonesia


No comments:

Post a Comment

Back To Top